Abstract
Parents have a role in providing good parenting and sufficient attention in the child's growth and development process, including the father's figure. However, when these roles do not function well or are even absent, it can result in an imbalance in the child's psychological development. Fatherless, or the absence of a father figure in a child's life, can manifest as physical, psychological, and emotional absence. The aim of this research is to understand the psychological dynamics experienced by early adulthood women who grew up with fatherless. The qualitative research method was conducted using a phenomenological approach and purposive sampling technique. There were three participants with the following characteristics: females aged 18 to 25 years, experiencing fatherless, residing in Semarang, and willing to participate in the study. Data collection was done through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis, a technique used in qualitative research to identify patterns and themes from the collected data. The research findings revealed three themes that emerged among the participants: (1) Early dynamics of experiencing fatherless, (2) feelings and impacts resulting from the father's attitude, and (3) hopes regarding the relationship with the father. Fatherless evoked deep feelings of disappointment among the participants. Therefore, it can be concluded that the role of a father is crucial for daughters to build closeness, receive attention, and foster trust.
---
Abstrak
Orangtua memiliki peran untuk memberikan pengasuhan yang baik dan perhatian yang cukup dalam proses tumbuh kembang seorang anak, termasuk sosok ayah. Namun ketika peran tersebut tidak berjalan dengan baik atau bahkan tidak hadir maka dapat mengakibatkan ketidak seimbangan pada perkembangan psikologis anak. Fatherless atau ketiadaan peran figur seorang ayah dalam kehidupan anak, dapat berupa ketidakhadiran secara fisik, psikologis dan emosional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dinamika psikologis yang dirasakan oleh anak perempuan dengan fatherless di usia dewasa awal. Metode penelitian kualitatif dilakukan dengan pendekatan fenomenologis dan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah tiga orang dengan karakteristik : individu rentang usia 18 – 25 tahun, jenis kelamin perempuan, mengalami fatherless, berdomisili di Semarang serta bersedia menjadi partisipan penelitian. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode thematic analysis. Thematic analysis atau analisa tematik adalah teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif dimana peneliti mengumpulkan data deskriptif untuk untuk mengidentifikasi pola dan menemukan tema melalui data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menemukan terdapat tiga tema yang muncul pada ketiga partisipan yaitu sebagai berikut : (1) pengalaman awal merasakan fatherless, (2) perasaan dan dampak akibat dari sikap Ayah dan (3) harapan terhadap hubungan dengan Ayah. Fatherless memberikan perasaan kecewa yang mendalam bagi partisipan. Maka dapat disimpulkan bahwa peran Ayah sangat dibutuhkan bagi anak perempuan untuk membangun kedekatan, memberikan perhatian dan menumbuhkan kepercayaan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2023 Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia