Pengalaman Pasangan yang Menjalani Commuter Marriage: Studi Interpretative Phenomenological Analysis
PDF

Keywords

Commuter Marriage
Husband and Wife
Marriage
Phenomenology

How to Cite

Saragih, S. D., & Alfaruqy, M. Z. (2023). Pengalaman Pasangan yang Menjalani Commuter Marriage: Studi Interpretative Phenomenological Analysis. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia , 4, 46–63. Retrieved from https://prosiding.collabryzk.com/index.php/kmpi/article/view/6

Abstract

Various family needs and increasingly dynamic work developments encourage the emergence of the choice to undergo a commuter marriage. This research aims to explore the experiences of husbands/wives undergoing commuter marriages in Indonesia. The method used is a qualitative phenomenological research method with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) data analysis. Data collection was carried out by interviewing three subjects with inclusion criteria: a) a wife/husband from a legal marriage, b) has been married for at least 5 years, c) has children from the marriage, d) is undergoing a commuter marriage for 1-10 years, e) go home regularly every two weeks. The results of this study found that communication plays an important role in the resilience of commuter marriage couples. The consequence of living apart for a certain period of time creates emotional dynamics that cannot be separated from the process of accepting the conditions of commuter marriage for the subjects. With various challenges that arise, the subjects and their partners try to maintain harmony in their household in various ways, such as making the most of their time together and spending time together without children. This research can provide an overview for couples who will undergo a commuter marriage, as well as deepen theoretical and empirical studies in the field of family psychology. Further research can examine commuter marriage couples where both work and consider making an intervention design based on the Javanese philosophy, "Nrimo Ing Pandum".

--- 

Abstrak

Berbagai kebutuhan keluarga dan perkembangan pekerjaan yang semakin dinamis mendorong munculnya pilihan untuk menjalani commuter marriage. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman suami/istri yang menjalani commuter marriage di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada tiga subjek dengan kriteria inklusi: a) seorang istri/suami dari pernikahan yang sah, b) telah menikah selama minimal 5 tahun, c) memiliki anak dari pernikahan tersebut, d) sedang menjalani commuter marriage selama 1-10 tahun, e) pulang ke rumah rutin setiap dua minggu sekali. Hasil penelitian ini menemukan bahwa komunikasi berperan penting pada ketahanan pasangan commuter marriage. Konsekuensi tinggal terpisah selama kurun waktu tertentu menciptakan dinamika emosi yang tidak terlepas dengan proses penerimaan kondisi commuter marriage pada para subjek. Dengan berbagai tantangan yang muncul, para subjek dan pasangannya saling berupaya untuk mempertahankan keharmonisan rumah tangga mereka dengan berbagai cara, seperti memanfaatkan waktu bersama semaksimal mungkin dan meluangkan waktu berdua tanpa anak. Penelitian ini dapat memberikan gambaran bagi pasangan yang akan menjalani commuter marriage, serta memperdalam kajian teoritik dan empirik dalam bidang psikologi keluarga. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti pasangan commuter marriage yang keduanya bekerja, serta mempertimbangkan pembuatan rancangan intervensi berbasis filosofi Jawa yaitu “Nrimo Ing Pandum”.

PDF
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2023 Prosiding Konferensi Nasional Psikologi