Gambaran Resiliensi Individu Dewasa Awal dalam Menghadapi Permasalahan Keluarga
PDF

Keywords

Early Adulthood
Family Issues
Resilience
Thematic Analysis

How to Cite

Ardianisa, P., & Dewi, K. S. (2023). Gambaran Resiliensi Individu Dewasa Awal dalam Menghadapi Permasalahan Keluarga. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia , 4, 99–111. Retrieved from https://prosiding.collabryzk.com/index.php/kmpi/article/view/13

Abstract

Family as the first social group in an individual’s life, should ideally be the primary source of support for its members. However, issues within the family often become a double-edged sword for the mental health of individuals within it. There is a need for families to have the ability to adapt to various challenges, even to bounce back and facilitate positive changes for their members, known as family resilience. The purpose of this research is to understand the depiction of resilience experienced by family members when facing issues. Qualitative research was conducted using a phenomenological approach and purposive sampling technique. Three participants were involved with the following characteristics: early adults aged 18-25 years, who have experienced or are currently experiencing family issues in the past two years, and residing in City S. Data collection was carried out through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The research results revealed three main themes: (1) interdependence fosters resilience, (2) coping with spirituality, and (3) proactive access to sources of solutions. Based on the research findings, it can be concluded that the participants resilience emerges from their connection and collaboration with other family members, the awareness to improve personal qualities, which is then implemented in improving relationships with loved ones and with God, as well as proactively seeking support and assistance. Resilience also helps improve family cohesion.

---

Abstrak

Keluarga sebagai kelompok sosial pertama dalam kehidupan individu seharusnya dapat menjadi sumber dukungan utama bagi anggotanya. Akan tetapi, permasalahan dalam keluarga seringkali menjadi bumerang bagi kesehatan mental individu di dalamnya. Dibutuhkan suatu kemampuan dalam keluarga untuk mampu beradaptasi dari berbagai permasalahan, bahkan mampu bangkit kembali dan memfasilitasi perubahan positif bagi anggotanya, yang dikenal dengan resiliensi keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran resiliensi yang dialami oleh anggota keluarga dalam menghadapi permasalahan keluarga yang terjadi. Metode penelitian kualitatif dilakukan dengan pendekatan fenomenologis dan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah tiga orang dengan karakteristik : individu dewasa awal dengan rentang usia 18-25 tahun, sedang atau pernah mengalami permasalahan keluarga dalam dua tahun terakhir, serta berdomisili di Kota S. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, yang dianalisis menggunakan teknik thematic analysis. Hasil penelitian mengungkapkan tiga tema utama, yaitu: (1) interdependensi menumbuhkan resiliensi, (2) coping spiritualitas, dan (3) proaktif mengakses sumber-sumber solusi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa resiliensi yang dimiliki partisipan muncul dari adanya keterikatan dan kerjasama dengan anggota keluarga yang lain, kesadaran untuk memperbaiki kualitas pribadi yang kemudian diimplementasikan dalam memperbaiki relasi dengan orang-orang terdekat dan Tuhan, serta proaktif mengakses sumber dukungan dan bantuan. Resiliensi juga membantu memperbaiki kohesivitas keluarga.

PDF
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2023 Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia